MUI Haramkan Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal

MUI Haramkan Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal

MUI Haramkan Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan Padangan dan Sikap MUI tentang larangan bagi seorang Muslim untuk mengenakan atribut keagamaan nonmuslim, termasuk atribut Natal. Dalam keputusan tersebut, MUI menilai haram bila seorang muslim melakukan hal tersebut. Lalu bagaimana sikap MUI jika seorang muslim mengucapkan selamat Natal terhadap umat Nasrani? Menurut Ketua Umum MUI, Ma'ruf Amin, soal ucapan Natal terhadap orang-orang yang merayakan Natal belum dibahas MUI.

Baca: Ketua Umum MUI Jelaskan Maksud Dikeluarkannya Fatwa Larangan Atribut Natal Namun terkait perayaan ritual Natal oleh seorang muslim, Ma'ruf Amin mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan fatwa pelarangan untuk itu.

"Itu sifatnya ritual, bukan ucapan," ujar Ma'ruf Amin kepada wartawan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016).

Jika sifatnya adalah resepsi, seperti yang selalu didatangi Presiden RI Joko Widodo dan para pejabat negara lainnya, maka seorang muslim menurut Ma'ruf Amin boleh-boleh saja melakukan hal tersebut, termasuk seorang presiden.

Sedangkan terkait penyampaian ucapan selamat Natal oleh seorang muslim kepada umat Nasrani, karena masih banyak pertentangan pendapat antara ulama atas hal terebut, dan MUI belum juga mengambil sikap.

Namun demikian, Ma'ruf Amin mengaku dirinya tidak akan melakukan hal tersebut.

"Maksudnya (masih ada) perbedaan. Kalau ada perbedaan boleh atau tidak, saya tidak mau mengerjakan itu," terangnya.

Lain halnya dengan penyampaian ucapan selamat Tahun Baru. Ma'ruf Amin menyebut boleh-boleh saja seorang muslim menyampaikan hal tersebut ke orang lain.

Kata dia, dalam Islam tahun baru dipercayai sebagai hari kelahiran Nabi Isa AS. 


Foto Ustadz Felix Siauw.
Dari Hijab Alila, ringkasan penjelasan untuk hari-hari ini, ketika kaum Muslim dibingungkan perayaan agama lain, hanya karena enak tidak enak atau sungkan
1. Mengucapkan selamat hari raya agama lain
Dear memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat hari raya kepada orang Non-Muslim adalah sesuatu yang DIHARAMKAN
Karena dengan memberikan selamat, berarti kita berbahagia atas perayaan tersebut. Kita tengah membenarkan apa yang mereka lakukan. Dan dengan mengucapkam selamat, kita juga ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut

2. Memakai atribut keagamaan
Menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram. Karena barang-barang tersebut mengandung unsur khas dan hadharah (pemahaman yang dipengaruhi aqidah suatu agama)
Selengkapnya
Jangan Lakukan Ini Untuk Menjaga Akidah

Jangan Lakukan Ini Untuk Menjaga Akidah

Foto Ustadz Felix Siauw.
Dari Hijab Alila, ringkasan penjelasan untuk hari-hari ini, ketika kaum Muslim dibingungkan perayaan agama lain, hanya karena enak tidak enak atau sungkan
1. Mengucapkan selamat hari raya agama lain
Dear memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat hari raya kepada orang Non-Muslim adalah sesuatu yang DIHARAMKAN
Karena dengan memberikan selamat, berarti kita berbahagia atas perayaan tersebut. Kita tengah membenarkan apa yang mereka lakukan. Dan dengan mengucapkam selamat, kita juga ikut berpartisipasi dalam perayaan tersebut

2. Memakai atribut keagamaan
Menggunakan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram. Mengajak dan/atau memerintahkan penggunaan atribut keagamaan non-Muslim adalah haram. Karena barang-barang tersebut mengandung unsur khas dan hadharah (pemahaman yang dipengaruhi aqidah suatu agama)

3. Ikut dalam pesta/perayaan
Imam Baihaqi menyatakan, “Jika kaum muslim diharamkan memasuki gereja, apalagi merayakan hari raya mereka.” (Ibnu Tamiyyah, Iqtidhâ’ al-Shirâth al-Mustaqîm, hal.201)

4. Membantu dalam perayaan agama lain
Tidak boleh bagi kita bekerjasama dengan orang-orang Nashrani dalam melaksanakan hari raya mereka, walaupun ada sebagian orang yang dikatakan berilmu melakukan semacam ini. Hal ini diharamkan karena dapat membuat mereka semakin bangga dengan jumlah mereka yang banyak
Di samping itu pula, hal ini termasuk bentuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Padahal Allah berfirman,
‎وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" - QS 5:2
Dear sebentar lagi kita akan memasuki hari dimana orang-orang Nasrani mempercayainya, jangan sampai kita termasuk orang didalamnya. Ayo mention sahabat kalian yang belum tau ya..
Indahnya saling mengingatkan 😘
Semoga bermanfaat 😘

#BagimuAgamamuBagikuAgamaku
Cermin Jati Diri?

Cermin Jati Diri?

Cermin Jati Diri?
Cinta pada pandangan pertama melihat  penampilan JKT48 di teater, Uwo –sapaan  Genderuwota– rajin mencari tahu tentang  JKT48 lewat internet. Seperti dimabuk cinta dan  ingin ketemu orang yang dicintainya, dia pun  tidak abses nonton pertunjukan teater kedua,  ketiga, keempat, dan seterusnya. Walaupun  untuk itu dia harus merogoh kocek tidak  sedikit. Ketemu idola memang tidak gratis  sodara-sodara! Bukan hanya buat beli tiket nontonnya,  juga pernak-pernik JKT48 yang dijual di  depan area teater yang sangat “menggoda”  dompet.
Uwo bahkan menulis buku berjudul  Dunia Delusi, berisi kisah-kisah penggemar  inspiratif dan unik dari anggota komunitas.  Dengan royalti yang didapat dari buku itu,  Uwo bercita-cita dapat membangun rumah  singgah di Jakarta untuk penggemar-penggemar dari daerah yang perlu  penginapan saat menonton teater JKT48.  Wow!

Cermin Jati Diri?

Kenapa ya ada orang mengidolakan artis  sampai segitunya?  Menurut para psikolog  sih, kegiatan menggemari idola bisa  dikatakan upaya untuk mencari jati diri.  Tokoh yang diidolakan sebetulnya  merupakan ekspresi keinginan diri, salah  satunya obsesi dari sisi fisik misalnya cantik,  ganteng, atau keren.Tapi masak iya, jati diri  cowok ditemukan pada idolanya yang  notabene cewek? Nggak nyambung kan.  Ada juga yang bilang, mencintai idola itu  karena sedang mencari panutan. Terutama  itu buat remaja. Tapi kalo buat yang udah  agak dewasa, mencintai idola itu merupakan  penyalur hiburan atau rekreasi. Hmm…kalo buat panutan, mustinya  idola itu ya yang berprestasilah, sukses di  akademik, sukses di karier atau yang soleh-solehah, baik luar dalam perilaku dan  pemikirannya.
Jadi, kayaknya lebih pas kalo  mengidolakan itu hanya sebatas hiburan.  Pelarian dari kesumpekan hidup barangkali.  Juga, demi kepuasan batin karena bertemu  orang-orang yang kebetulan memiliki hidup  “sempurna”. Cantik/tampan, tajir dan ngetop.  Dan mereka bermimpi, idola itu adalah  representasi dirinya. Kasihan! Jangan Ditiru Yang jelas, perlu diwaspadai jika mulai  muncul perilaku berlebihan pada proses  idolasisasi ini (halah). Misalnya sampai  mengutamakan nonton idola dibanding  aktivitas positif lainnya. Menghabiskan waktu  terlalu lama untuk menonton idolanya,  hingga mengganggu tugas wajibnya.  Menghabiskan banyak uang demi mengoleksi  pernak-pernik idolanya.  Kalo remaja muslim sampai seperti itu,  tandanya pasti dia melalaikan kewajibannya  sebagai hamba Allah SWT. Iyalah, jangan-jangan doi lebih banyak nyambangi teater  dibanding masjid. Lebih rutin main twitter  dibanding tilawah Quran. Lebih khusyu  nonton aksi idolanya dibanding menjalankan  ibadahnya.
Bahaya lainnya, jika remaja tersebut  mulai bertransformasi dan mengadaptasi  seluruh karakter dan sifat idola, tanpa  berfikir halal-haramnya. Hmm…ini yang  bahaya. Lah, apa kata dunia kalo para fans  cowok itu bertransformasi bak idolanya yang  notabene cewek? Gawat![]
Hukum Maulid (Muludan) Menurut Pakar Hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani

Hukum Maulid (Muludan) Menurut Pakar Hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani

Hukum Maulid (Muludan) Menurut Pakar Hadits Ibnu Hajar Al-Asqalani

Hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan maulid atau muludan yang diperingati umat Islam setiap tahunnya menarik diskusi berbagai bidang, tak terkecuali soal status hukumnya. Sebenarnya pembahasan hukum pelaksaan maulid tak perlu kalau peringatan itu diisi dengan zikir, shalawat, baca Al-Quran, taushiyah ketakwaan, silaturahmi, atau sedekah. Semua itu baik, tinggal dilaksanakan.

Tetapi mereka yang menginginkan pijakan hukum agama perihal peringatan maulid tetapi memiliki hak untuk mendiskusikannya. Tulisan ini mencoba mengutip sejumlah pendapat ulama terkait peringatan maulid.

Peringatan maulid baru diadakan mulai abad 3 Hijriyah. Karenanya dilihat dari keasliannya, maulid yang diperingati hingga hari ini jelas termasuk kategori bid‘ah, sebuah upacara agama yang tidak diamalkan di masa Rasulullah SAW. Hal ini jelas disebutkan oleh Syekh Abu Syamah, salah seorang guru Imam An-Nawawi yang kami kutip berikut ini.
قال الإمام أبو شامة شيخ النووي ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله عليه وسلم من الصدقات والمعروف وإظهار الزينة والسرور فإن ذلك مع ما فيه من الإحسان للفقراء مشعر بمحبة النبي صلى الله عليه وسلم وتعظيمه في قلب فاعل ذلك وشكر الله تعالى على ما من به من إيجاد رسول الله صلى الله عليه وسلم الذي أرسله رحمة للعالمين

Artinya, “Imam Abu Syamah –salah seorang guru Imam An-Nawawi-mengatakan, salah satu amaliyah bid‘ah terbaik di zaman kita sekarang adalah peringatan yang diadakan setiap tahun pada hari bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah SAW yang diisi dengan sedekah, kebaikan, dan ekspresi keindahan serta kebahagiaan. Semua itu yang juga dibarengi dengan santunan kepada orang-orang fakir menunjukkan bentuk cinta dan takzim kepada Rasulullah SAW di batin mereka yang mengamalkannya. Semua praktik itu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat-Nya, yakni menciptakan Rasulullah SAW yang diutus membawa rahmat bagi segenap penghuni alam semesta.”

Syekh Abu Syamah jelas menyebut peringatan maulid sebagai bentuk nyata rasa syukur umat Islam kepada Allah atas karunia-Nya yang berupa pengutusan rasul mereka. Di samping itu peringatan maulid ialah ekspresi bahagia dan cinta mereka terhadap rasul-Nya yang kemudian diwujudkan dengan kegiatan kegiatan keislaman yang sudah diajarkan Rasulullah SAW seperti sedekah, silaturahmi, dan zikir.

Sementara salah seorang ulama hadits terkemuka Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani menelusuri dasar hukum peringatan maulid yang ditemukannya berasal dari hadits riwayat Bukhari Muslim soal puasa Asyura yang dilakukan umat Yahudi di Madinah sebagai peringatan atas runtuhnya kejayaan Fir‘aun dan selematnya Nabi Musa AS. Berikut ini penjelasan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani.
واستنبط الحافظ ابن حجر تخريج عمل المولد على أصل ثابت في السنة وهو ما في الصحيحين أن النبي صلى الله عليه وسلم قدم المدينة فوجد اليهود يصومون يوم عاشوراء فسألهم فقالوا هو يوم أغرق الله فيه فرعون ونجى موسى ونحن نصومه شكرا فقال نحن أولى بموسى منكم وقد جوزي أبو لهب بتخفيف العذاب عنه يوم الإثنين بسبب إعتاقه ثويبة لما بشرته بولادته صلى الله عليه وسلم وأنه يخرج له من بين إصبعيه ماء يشربه كما أخبر بذلك العباس في منام رأى فيه أبا لهب ورحم الله القائل وهو حافظ الشام شمس الدين محمد بن ناصر حيث قال إذا كان هذا كافرا جاء ذمه وتبت يداه في الجحيم مخلدا أتى أنه في يوم الإثنين دائما يخفف عنه للسرور بأحمد فما الظن بالعبد الذي كان عمره بأحمد مسرورا ومات موحدا.

Artinya, “Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani melacak dasar hukum (istinbathul ahkam) peringatan maulid nabi (muludan) pada sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Riwayat itu menyebutkan ketika tiba di Kota Madinah Rasulullah SAW mendapati orang-orang Yahudi setempat berpuasa di hari Asyura. Rasulullah SAW bertanya kepada mereka terkait peristiwa yang terjadi pada hari Asyura. ‘Asyura adalah hari di mana Allah menenggelamkan Fir‘aun dan menyelamatkan Nabi Musa AS. Kami berpuasa hari Asyura ini sebagai rasa syukur,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu kami lebih layak bersyukur atas kemenangan Nabi Musa AS dibanding kalian,’ kata Rasulullah SAW.

Abu Lahab sendiri diringankan dari siksa kubur setiap hari Senin karena telah memerdekakan budaknya bernama Tsuwaybah yang membawa kabar gembira kepadanya atas kelahiran Rasulullah SAW. Dari sela kedua jari bayi itu keluar air yang kemudian diminum Abu Lahab. Hal ini diriwayatkan Sayyidina Abbas RA yang berjumpa Abu Lahab dalam mimpi. Syamsuddin Muhammad bin Nashir-semoga Allah merahmatinya-mengatakan, ‘Kalau demikian besar rahmat Allah terhadap orang kafir yang kelak kekal di neraka bahkan diabadikan dalam sebuah surat di Al-Quran dengan datangnya keringanan siksa kubur setiap hari Senin karena gembira menyambut kelahiran Rasulullah, apalagi karunia Allah terhadap orang beriman yang seumur hidupnya gembira atas kelahiran Rasulullah SAW dan mati dalam keadaan iman.’”

Pernyatan Syekh Abu Syamah dan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani di atas kami kutip dari kitab I‘anatut Thalibin karya Sayid Bakri bin Sayid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi. Sampai di sini hemat kami teranglah bahwa kedudukan hukum peringatan maulid jelas memiliki dasar pijakan hukum yang bersumber pada hadits riwayat Bukhari dan Muslim di mana Rasulullah SAW menganjurkan puasa Asyura sebagai bentuk syukur atas penenggelaman Fir ‘aun dan keselamatan Nabi Musa AS.

Kecermatan serta ketajaman membaca hadits, menganalogikan, dan menarik simpulan semacam ini hanya dimiliki oleh ulama yang bergaul intens dengan hadits Rasulullah SAW seperti Syekh Abu Syamah dan Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani. Semoga Allah menurunkan rahmat untuk keduanya. Allah yarhamuhuma. Amiiin. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)
Apakah Muslim Penemu Amerika?

Apakah Muslim Penemu Amerika?

 
Pertanyaan itu terus menggelayuti Hanum (Acha Septriasa) ketika dia mendapatkan tugas redaktur dari sebuah media internasional. Dia menerima tantangan itu, dan gayung pun bersambut dari suaminya, Rangga (Abimana Aryasatya). Padahal mereka berniat kembali ke Wina setelah menunaikan tugasnya.


Bayaran dolar juga cukup menguntungkan bagi Hanum. Tapi bukan itu yang dia incar. Menelusuri jejak harta karun misterius para pelaut Muslim Cina yang berlayar ke Amerika jauh sebelum Columbus lah yang cukup menantang Hanum.


Dua sejoli halal itu pun harus terbang dari New York ke kota lain, San Fransisco. Azima Hussein (Rianti Cartwright) pun diminta terlibat oleh Hanum karena Azima mempunyai sumber tepercaya untuk menemukan bukti-bukti sejarah tersebut. Diam-diam, mereka dalam incaran pemburu harta kuno.

Kehidupan Azima dan anaknya, Sarah Hussein (Hailey Franco) dirundung kekusutan. Ibu Azima (Ira Wibowo) belum bisa menerima keIslaman putrinya dan menganggap Azima serta suami yang dianggap teroris sebagai biang kematian Ayah Azima.

Bagaimana nasib teman Rangga, Stefan (Nino Fernandez) yang suka ‘main akal’? Ternyata ia dihimpit masalah putus cinta dengan Jasmine (Hannah Al Rashid) yang tengah hamil di luar nikah. Dia jungkir balik mengembalikan cinta lama.


Kisah “Bulan Terbelah di Langit Amerika 2” tersebut memang penuh kejutan. Awal adegan memang sangat ‘megang’.

Hanum Rais Salsabila penulis novel yang juga terlibat dalam film tersebut memang banyak menyampaikan pesan damai dan menanamkan pesan bahwa komunisme itu sangat berbahaya. Juga menyampaikan pesan agar tidak menuhankan akal.


“Tuhan gue di sini,” kata Stefan yang habis minum bir sambil menunjuk kepala.

“Biar hidup lu tenang, Tuhan harusnya ada di sini,” jawab Rangga dengan tenang, sambil menunjuk hati.

Sutradara Rizal Mantovani menata apik kemasan dengan memanjakan penonton dengan pemandangan modernitas Amerika dan aroma China di Negeri Abang Sam.

Sayangnya, keterkaitan cerita antara satu dengan yang lainnya terkesan memaksa. Perjalanan pelaut muslim Cina di Amerika mendapatkan porsi yang susah dikatakan banyak.

Guyuran informasi yang ingin diharapkan penonton juga kurang banyak. Sebab terlalu banyak kisah cerita (cinta) disodorkan. Di tengah gempuran informasi, film Bulan Terbelah layak ditonton agar pikiran kita tidak terbelah. [Paramuda/BersamaDakwah]

Analogi Cerdas dari Artis Cantik Ini untuk Penyinyir Fatwa MUI tentang Topi Santa

 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mengharamkan umat Muslim untuk mengenakan atribut non-Muslim. Atribut yang dimaksud adalah topi santa dan pakaian yang ada nuansa Natalnya.

Fatwa No.56 Tahun 2016 tersebut mengambil landasan dari beberapa ayat di dalam Al-Quran, yakni Surat Al-Baqarah ayat 42 dan 104, Surat Al-Kaafirun, Al-An’am ayat 153, Al-Mumtahanah ayat 8, dan Al-Mujadilah ayat 22, juga tambahan beberapa hadits shahih.

Tak sedikit yang menolak fatwa tersebut khususnya para liberalis dan sekuleris. Dan umat Islam pada umumnya menaati fatwa tersebut. Salah satunya yang mendukung fatwa itu adalah artis cantik Ratna Galih.

"Mengenai fatwa MUI, banyak yang bilang ya udah lah kalau nggak suka ya jangan pakai, toh banyak juga orang Islam yang nggak lebay banget kalau disuruh pakai atribut non muslim," kata artis yang beberapa kali main FTV itu.

Artis yang memutuskan berhijab itu mengakui dirinya bukan orang yang ahli dalam hal agama. Namun, baginya saling mengingatkan adalah kewajiban seorang muslim.
"Saya bukan orang yang udah bener banget sampai-sampai mau bicara tentang agama, nggak. Justru saya orang yang lagi belajar beragama Islam yang sepenuhnya.  Jangan mau orang Islam terpecah belah hanya karena kepentingan dan tujuan kita semata, karena inget aja sih, tujuan akhir dan udah pasti ialah kita akan mati," cetus ibu dari tiga orang anak itu.

"Ya itulah yang terjadi kalau kita setengah-setengah ngejalaninnya. Kalau kita memang belum bisa menjalankan 100% ajaran Islam setidaknya kita bisa menghargai dan menghormati para ulama yang menjadi tiang penjaga ilmu agama.  Jangan kita yang nggak paham jadi ikutan sotoy!" ujar Ratna.

Ia memiliki analogi yang cerdas tentang keberadaan MUI. "Analoginya misalkan kita sakit, pasti dateng ya ke dokter dong. Nah kalau dokter umum udah periksa dirujuk ke dokter spesialis pasti karena ada indikasinya, dan kalau misalkan ternyata sakitnya itu sakit gigi dikasih obat buat nyembuhin sakitnya. Tapi pas minum kita nggak mau sesuai dosisnya, karena pas minum ngantuk lah atau ada efek bawaan obatnya yang kita nggak suka. Trus yang disalahkan itu karena diresepin obat itu dan dokternya?" kata dia.

Padahal jelas-jelas, lanjutnya, yang salah kita sendiri karena minumnya suka-suka kita. Ia meminta jika ada yang melakukan kesalahan, salahkan oknumnya, bukan kitabnya atau agamanya apalagi Tuhannya.

"Saya sih orang awam masalah agama tapi saya sekadar mengajak umat Islam supaya bersatu dan tidak terpecah belah karena kepentingan dan tujuan masing-masing, supaya suara kita jadi berarti, sama halnya saya juga ngajak semua rakyat Indonesia bersatu dulu melihat tragedi kemanusiaan saudara kita di Aleppo agar bisa bersatu dan membantu mereka. Kemarin-kemarin pun saya termasuk yang tahu, tersentuh tapi tidak berbuat banyak. Mungkin ini lah guna sosmed buat saya agar bisa menyuarakan isi hati saya!" tegasnya. [Paramuda/BersamaDakwah]
REKAYASA ISLAM PHOBIA

REKAYASA ISLAM PHOBIA

Majalahdrise.com – Menjamurnya sikap islamofobia salah satunya disebabkan oleh peran media yang kerap menyudutkan Islam. Zachariah Matthews, aktivis islam di Amerika, membeberkan sejumlah trik media Barat yang terbit di Canada, dalam memproduksi citra buruk tentang Islam. Pertama, sensasi. Berita dibuat berdasarkan fakta yang tidak pernah ada, atau hanya mengandung sedikit kebenaran.
Standar ganda juga sering digunakan dalam hal ini. Ketika Mujahidin Palestina menyerang Israel dengan bom, mereka disebut sebagai teroris. Tapi ketika orang Israel membantai 29 jamaah subuh di Masjid Al Khalil, Hebron, si penjagal disebut sekadar sebagai ”fanatik” atau ”ekstrimis”, atau, istilah terbaru, ”zealot”. Bahkan mahasiswa Yahudi pembunuh PM Yitzhak Rabin, 06 d’rise #52 desember 2015 pun tidak pernah disebut sebagai teroris. Kedua, Stereotype. Salah satu stigma ideologis ditemukan dalam genre serial film teve bahwa ”orang Arab adalah teroris”.
Pesan pada pemirsa tentang siapa yang pahlawan dan siapa penjahat, di film semacam itu, sangat vulgar. Hanya ada satu gambaran bengis, ketika pemirsa menyaksikan Muslim fanatik meledakkan Gedung Putih dan membantai rakyat Amerika dalam film ”Under Siege”. Ketiga, Pengendalian reporter.
Dinding kantor Newsweek setiap hari dihiasi cover mingguan mereka. Cover itu sebagian besar mencitrakan Islam dengan kekerasan. Dengan cara ini, reporter yunior dicuci otaknya agar membenarkan kebijakan redaksional yang anti-Islam. Driser, jelas banget kalo media massa jadi senjata efektif untuk menyerang Islam secara opini yang pada akhirnya melahirkan kebencian masyarakat terhadap Islam. Makanya kita mesti melek media, biar nggak termakan opini sesat tentang Islam dan kaum Muslimin
STOP ISLAM PHOBIA
Meskipun serangan terhadap Islam serta sentimen anti Islam kian menjadi, ternyata cahaya Islam tak pernah bisa dipadamkan. Allah swt berfirman: Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya (TQS al-Anfal [8]: 30) Di Washington, di mana dua pendeta membakar salinan Quran, 180 orang telah masuk Islam.
“Setelah pembakaran Quran dan pernyataan menentang pembangunan sebuah masjid di New York, Amerika menjadi lebih tertarik kepada Islam dan setidaknya hanya di Washington 180 orang memeluk Islam,” kata Kepala Pusat Islam di Washington, Muhammad Nasir. Dia juga mengatakan bahwa dalam 12 tahun di Amerika Serikat telah dibangun lebih dari 1200 masjid atau lebih dari 100 masjid setiap tahunnya. Data resmi menunjukkan bahwa jumlah orang yang masuk Islam telah meningkat tajam. Direktur Pusat Studi Islam “Dzhazur” Fadl Sulaiman, setiap tahunnya lebih dari 80.000 orang Amerika masuk Islam.
Dia menjelaskan bahwa ini hanya angka-angka resmi dari masjid dan pusat studi Islam di mana warga Amerika mengucapkan syahadat. Sementara di Inggris, sebuah surat kabar Inggris mengungkapkan bahwa sekolah Katolik Roma yang berada di jantung komunitas Asia di daerah Lancashire, Inggris akan menjadi sekolah-sekolah agama pertama yang berubah menjadi sekolah Islam. Sepuluh tahun yang lalu, sekolah itu berada di komunitas Katolik, dengan 91% siswanya beragama Kristen, tetapi sekarang jumlah itu berkurang drastis menjadi tidak lebih dari 3% saja. (islamtoday.net, 26/9/2010).
Berbondong-bondongnya masyarakat Barat yang bersahadat, tentu ini kabar baik buat kita. Kampanye anti Islam yang kian gencar, tak mampu menyurutkan semangat mereka yang ingin mengenal Islam lebih dalam. Tapi, bukan berarti kita berdiam diri dengan fitnah yang ditujukan pada Islam dan kaum Muslimin. Bagaimanapun, kita harus STOP Islamophobia! Ada dua cara yang bisa menghentikan sikap Islamophobia di tengah masyarakat. Pertama, kita mesti menyadari kalo Islam dan umatnya akan terus mengalami diskriminasi oleh negara-negara Barat selama tak ada negara yang melindungi mereka. Bukan negeri-negeri Islam yang penguasanya hanya bisa mengutuk terhadap diskriminasi yang menimpa umat Islam.
Tapi sebuah institusi negara yang mempersatukan negeri-negeri Islam di seluruh dunia, yakni Khilafah Islamiyah. Negara Islam ini yang bakal melindungi umat dari segala ancaman dan penghinaan. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Imam (khalifah) adalah laksana tameng (perisai), orang-orang berperang di belakangnya dan belindung dengannya (HR al-Bukhari dan muslim). Kedua, aktif berdakwah.
Sikap islamophobia lahir karena opini menyesatkan yang dimainkan media massa barat terhadap Islam. Untuk itu, opini harus kita lawan dengan opini. Aktif menyuarakan kebenaran islam di dunia nyata dan dunia maya. Kalo pun nggak bisa bikin tulisan, minimal membantu share tulisan yang membongkar kebusukan opini barat dan kondisi umat Islam yang tak terpublikasi oleh media. Jangan lupa, suarakan juga pentingnya umat Islam mempunyai institusi pelindung umat. Berjuang demi kebangkitan Islam dan kaum Muslimin dalam naungan Khilafah. So, mulai dari sekarang jangan sungkan untuk mengenal Islam lebih dalam.
Mulai dari diri kita sendiri agar tak terjangkit penyakit islamophobia. Ikut pengajian secara rutin akan menguatkan keyakinan kita tentang kemuliaan Islam. Dan pastinya, bisa jadi bekal untuk menyampaikannya ke teman dan lingkungan sekitar. #YukNgaji..!! [@Hafidz341]
di muat di majalah remaja islam drise edisi 52
Sindiran Pedas dalam Al-Qur’an untuk Pembela Penista Agama

Sindiran Pedas dalam Al-Qur’an untuk Pembela Penista Agama

Pembelaan terhadap pejawat gubernur Ibu Kota terus menggaung dan menjadi-jadi. Para pembela penista agama akan melakukan apa saja agar junjungannya tak ditahan atau tak dibully. Anehnya diantara mereka ada yang beragama Islam. Lho, orang Islam kok mendukung orang yang menghina agamanya?
Allah memasangkan perangkap jujur dalam diri manusia. Setiap kali kita berbuat melenceng, perangkat itu akan mengingatkan, memberikan sinyal ‘itu tidak benar, sob’. Semakin diabaikan sinyal perangkat tersebut semakin tebal menutup perangkat.
Kalau ingin kamar mandi bersih itu digosek. Kalau ingin hati bersih, gosek itu timbal-timbal yg mengotori hati. Makin tebal kotoran, makin susah dibersihkan. Makin tebal kotoran, makin gelap, cahaya illahi akan susah tembus.
Dalam kitab suci pun, Allah menyindir mereka yang suka nyinyir dengan perjuangan umat Islam menuntut keadilan ditegakkan, yang mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an. Allah menyindir dengan sindiran yang pedas.
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya ayat-ayat kami, Kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), Maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau kami menghendaki, Sesungguhnya kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia, dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. al A’raf 175-176)
Dan di antara orang yang dibenci Allah Swt. adalah, Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang (QS. At-Taubah: 87)
Mengapa? Karena mereka membuang jauh-jauh cita-cita tertinggi yaitu dekat dengan Allah Swt dan enggan turut berjuang di jalan Allah.
FirmanNya,
KIsah Tiga Orang Pencuri

KIsah Tiga Orang Pencuri

Motivasi Islam
Peristiwa ini terjadi di sebuah toko makanan kecil pada tahun 1887. Seorang pria yang tampak berumur kurang lebih enam puluh tahun membeli lobak hijau. Dia menyerahkan kepada pelayan selembar uang duluh dolar dan menunggu kembalian. Pelayan toko menerima uang dan mulai memasukan ke laci sementara dia mengambil kembalian. Walaupun demikian dia memperhatikan ada tinta pada jarinya, yang masih basah karena memegang lobak hijau. Dia terkejut dan berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang akan dilakukannya. Setelah sesaat bergulat dengan masalah itu, dia membuat keputusan.

Ini adalah Emanuae Ninger, teman lama, tetangga, dan pelanggan. Tentunya orang ini tidak akan memberinya uang yang tidak asli. Dia pun memberikan kembalian dan si pria pergi. Kemudian, si pelayan toko berpikir kembali karena dua puluh dolar uang yang banyak sekali pada tahun 1887. dia memanggil polisi. Seorang polisi merasa yakin bahwa uang dua puluh dolar itu asli. Polisi lainnya kebingungan dengan tinta yang terhapus. Akhirnya, rasa ingin tahu yang diperpadukan dengan tanggung jwab memaksa mereka mendapatkan surat perintah penggeledahan rumah Ninger. Diloteng mereka menemukan lembaran uang dua puluh dolar. Bahkan mereka menemukan uang dua puluh dolar yang sedang dalam proses pencetakan. Mereka juga menemukan tiga potret diri yang dilukis oleh Emanuel Ninger.

Ninger adalah pelukis dan pelukis yang ahli. Dia begitu ahli , sehingga dia melukis dengan tangan lembaran uang dua puluh dolar . dengan teliti, goresan demi goresa, dia menggunakan sentuhan keahliannya demikian cermat sehingga dia bisa membodohi setiap orang sampai terjadi perubahan nasib dalam bentuk tangan basah pelayan toko makanan yang mengungkapkan perbuatannya. Setelah dia ditangkap, potret dirinya dijual dalam lelang umum seharga $ 16.000- masing masing lebih dari $ 5.000. Ironi dari kisah ini adalah bahwa Emanuel Ninger memerlukan waktu yang tepat sama panjangnya untuk melukis uang dua puluh dolar seperti yang dilakukannya untuk melukis potret diri seharga $ 5.000. ya, orang yang cemerlang dan berbakat ini menjadi PENCURI dalam segenap arti katanya.

Tragisnya, orang yang paling banyak dicurinya adalah Emanuel Ninger sendiri. Bukan hanya dia seharusnya menjadi orang kaya seandainya secara sah dia memasarkan kemampuannya, tetapi seharusnya dia bisa membeli begitu banyak kesenangan dan begitu banyak keuntungan bagi sesamanya. Dia termasuk dalam daftar pencuri yang tidak ada habis – habisnya yang mencuri dari dirinya sendiri ketika mereka berusaha mencuri dari orang lain.

PENCURI INI TINGGI HATI Pencuri kedua yang akan saya ceritakan kepada Anda adalah seorang pria bernama Arthur Bary. Dia juga pencuri yang luar biasa. Dia adalah pencuri perhiasan yang beroperasi pada tahun “ dua puluhan yang hingar bingar “ . Barry mendapat reputasi international mungkin sebagai pencuri terkemuka sepanjang masa. Bukan hanya dia pencuri perhiasan yang sukses, dia juga seorang penilai barang seni. Bahkan dia menjadi orang yang tinggi hati dan tidak mau mencuri dari sembarang orang--- itu bukan watak Arthur Bary. Bukan hanya prospek nya harus punya uang dan perhiasan supaya dia bisa datang berkunjung, tetapi nama mereka juga harus terdaftar di eselon masyarakat. Kurang lebih menjadi lambang status dikunjungi dan dirampok oleh “pencuri ksatria “ ini. Perasaan ini, saya perlu cepat – cepat menambahkan, menyebabkan angkatan kepolisian sangat malu.

Pada suatu malam, Bary tertangkap ketika sedang merampok dan ditembak tiga kali. Dengan peluru bersarang ditubuhnya, pecaahan kaca dimatanya dan menderita rasa sakit yang luar biasa, dia membuat pernyataan tidak terlalu diluar dugaan : “ saya tidak akan melakukan ini lagi”. Ajaibnya, dia berhasil meloloskan diri dan selama tiga tahun berkutnya dia tetap hidup diluar penjara. Kemudian seorang wanita yang cemburu melaporkannya dan Bary menjalani hukuman penjara delapan belas tahun. Setelah dibebaskan dia memenuhi janjinya. Dia tidak kembali ke kehidupannya sebagai pencuri perhiasan. Bahkan dia menetap disebuah kota kecil di New England dan menjalani kehidupan sebagai warga teladan. Warga kota setempat sempat menghormatinya dengan menjadikannya ketua organisasi veteran lokal.

Walaupun demikian akhirnya berita bocor bahwa Arthur Bary, pencuri perhiasan permata termashur, berada di tengah – tengah mereka. Wartawan dari seluruh negara berdatangan ke kota kecil itu untk mewawancarainya. Mereka mengajukan sejumlah pertanyaan dan akhirnya seorang wartawan muda mendapatkan inti persoalan ketika dia mengajukan pertanyaan yang paling mendalam.

“ Pak Bary, “ dia bertanya, “ Anda mencuri dari banyak orang kaya selama tahun – tahun kehidupan Anda sebagai pencuri, tetapi saya ingin tahu apakah Anda masih ingat salah satu yang paling banyak Anda curi ?”. Tanpa keraguan sesaat pun Barry menjawab , “ Itu mudah. Seharusnya saya menjadi usahawan yang sukses, seorang baron di wall street dan warga masyarakat yang berjasa memberikan banyak sumbangan, tetapi sebaliknya saya memilih kehidupan sebagai pencuri dan melewatkan dua pertiga masa dewasa saya di balik terali besi penjara .” Ya, Arthur Barry benar – benar pencuri yang mencuri dari dirinya. ANDA KENAL PENCURI INI Pencuri ketiga yang akan saya bicarakan jelas sekali adalah Anda sendiri. Saya akan menyebut Anda pencuri karena siapa saja yang tidak mempercayai dirinya dan menggunakan sepenuhnya keahlian secara harfiah mencuri dari dirinya sendiri, dan juga dari orang – orang yang dicintainya dan dalam proses perbuatanya, karena berkurangnya produktivitas, dia juga mencuri dari masyarakat. Karena tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa dia mencuri dari dirinya sendiri, jelas sekali bahwa mereka yang mencuri dari dirinya berbuat begitu karena tidak tahu. Walaupun demikian kejahatannya masih serius karena kerugiannya sebesar kalau dilakukan dengan sengaja.. Jadi pertanyaannya jelas sekali : Apakah Anda siap berhenti mencuri dari diri Anda sendiri? Saya merasa cukup optimis untuk berkeyakinan bahwa Anda sudah mulai mendaki ke puncak sukses. Bagi Anda dan banyak orang lainnya, email ini akan memberikan motivasi, inspirasi dan pengetahuan untuk membawa Anda jauh sekali ke depan. Namun baiklah saya akan memperingatkan Anda bahwa pendidikan Anda di bidang ini belum lengkap pada saat Anda menyelesaikan email ini. Tubuh Anda memerlukan gizi setiap hari dan pikiran Anda juga memerlukan gizi mental sama seringnya, jadi teruslah membaca email – email saya dan segera setelah Anda menyelesaikan email ini, segera Anda melihat ke cermin, Anda akan memandangi mata bekas pencuri. Selamat !!! Mulai saat ini Anda akan mulai menggali potensi Anda dan tidak mencuri dari diri Anda sendiri lagi.... Sekali lagi selamat... Anda akan sukses......
Kegiatan yang Membuat Cari Ilmu Tidak Bermanfaat

Kegiatan yang Membuat Cari Ilmu Tidak Bermanfaat

Setiap manusia tentunya telah banyak mengetahui berbagai hal dalam kehidupan ini. Kita adalah orang - orang pintar dan berilmu tinggi. Kita mengetahui ilmu mengenai kejujuran, kekonsistenan, kesabaran, kemauan untuk belajar dan bekerja keras, tentang disiplin, tentang pentingnya manajemen waktu, tentang pentingnya berjamaah dll. Namun satu kekurangan kita. Dan itu adalah kekurangan yang berakibat fatal. Apakah itu? kekurangan itu adalah ketidakmampuan dalam mengaplikasikan semua ilmu itu dalam kehidupan nyata.

Praktek, itulah yang harus kita laksanakan. Dan ternyata itu tidak mudah. Banyak sekali orang terpukau dengan kata - kata kita tentang kesuksesan, tentang perjuangan dll. Tapi keterpukauan itu hanya sementara saja, karena pada kenyataannya kita tidaklah seperti kata - kata kita sendiri. Mudah sekali memang untuk berkata, tapi pelaksanaan itu lebih penting dari sekedar berkata - kata. Salah satu kunci sukses adalah kita banyak mengetahui berbagai ilmu yang bermanfaat dan mau mengaplikasikannya dalam kehidupan secara nyata. Sehingga akan terlihat jelas hasilnya.

Itulah yang sering terjadi, begitu banyak buku kita beli, begitu banyak ilmu yang kita serap, begitu banyak kita kursus, sekolah sampai menjadi sarjana dan bergelar tinggi. Namun apa hasilnya? Kita mengetahui tentang meruginya manusia terhadap waktu pada saat kita bermain game, bercanda, malas - malasan. Kita mengetahui tentang pentingnya bersikap santun kepada orang lain pada saat kita mengejek orang lain, kita mengetahui bahaya merokok pada saat kita merokok, bahkan kita mengetahui bahwa meninggalkan sholat itu berdosa bahkan bisa dianggap kafir pada saat kita meninggalkan shalat.

Orang yang paling bodoh adalah orang yang mengetahui sesuatu yang baik tapi tidak melaksanakan, mengetahui sesuatu itu buruk tapi malah dikerjakan. Ini adalah hal yang nyata terjadi di tengah - tengah kita.